Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, khususnya di sektor produksi jagung. Langkah ini dinilai penting mengingat jagung merupakan salah satu komoditas strategis yang tidak hanya dibutuhkan untuk konsumsi masyarakat, tetapi juga sebagai bahan baku utama industri pakan ternak.
Ketua Komisi IV DPR RI menyampaikan bahwa jagung memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, DPR mendorong peningkatan anggaran dan program yang berpihak kepada petani, mulai dari penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, hingga infrastruktur pertanian yang memadai.
“Produksi jagung harus diperkuat agar kita tidak bergantung pada impor. Petani perlu difasilitasi dengan akses teknologi, pendampingan, serta jaminan harga yang layak,” ujar salah satu anggota DPR dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertanian.
Selain dukungan anggaran, DPR juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga riset, hingga swasta. Hal ini bertujuan agar rantai pasok jagung nasional lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan industri.
Di sisi lain, DPR meminta pemerintah memastikan ketersediaan lahan produktif untuk jagung, terutama di daerah potensial seperti Sulawesi, Sumatera, dan Nusa Tenggara. Pengembangan kawasan sentra jagung diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani lokal.
“Dengan sinergi yang baik, kami optimistis Indonesia mampu mencapai swasembada jagung. Ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Dukungan penuh DPR terhadap swasembada pangan melalui produksi jagung menjadi sinyal positif bagi para petani. Harapannya, kebijakan yang berpihak pada sektor pertanian mampu membawa Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan.

