Saat ini, berbagai wilayah di Indonesia mulai mengembangkan peternakan ayam yang sehat. Berkah Ayam Organik di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat adalah salah satu contohnya.
Menurut Otong Abdul Rohim, S.E., Manajer Berkah Ayam Organik, merek ini telah disertifikasi sebagai produk organik sejak tahun 2016, meskipun produksi ayam potong telah dilakukan sejak tahun 2009.
Keprihatinan pemilik tentang makanan yang tidak sehat membawa Berkah Ayam Organik. Tujuan utamanya adalah memberi masyarakat ayam yang sehat, halal, dan tayib.
Otong menyatakan bahwa sistem manajemen organik yang ketat diterapkan selama seluruh proses produksi. Semua proses, dari persiapan kandang hingga distribusi, dicatat dan didokumentasikan sesuai prosedur standar operasi (SOP).
Ayam tidak diberikan obat sintetis atau bahan kimia selama masa pemeliharaan. Sebelum dipotong dan dipasarkan, kualitas setiap karkas diperiksa melalui uji post mortem.
Ayam akan diproses di rumah potong dan dijual sebagai produk organik halal dan tayib, dengan sertifikat organik.
Otong saat ini bekerja sama dengan sekitar 100 peternak dari delapan kabupaten dan kota, tetapi produksinya terkonsentrasi di tiga wilayah utama: Kuningan, Tasikmalaya, dan Majalengka.
Fokus wilayah produksi ditentukan berdasarkan seberapa dekat mereka dengan rumah potong di Tasikmalaya. Strategi ini mempermudah pengawasan mutu dan pengelolaan logistik.
Jumlah produksi ayam Berkah Organik bervariasi tergantung pada saat dan permintaan pasar; namun, biasanya permintaan meningkat tajam menjelang bulan puasa dan Lebaran.
Saat ini, kapasitas produksi mencapai 110.000 ekor per bulan, tetapi masih kurang. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kapasitas terus dilakukan.
Pasar ayam organik masih menjanjikan, menurut tong. Menilai pentingnya pola hidup sehat akan terus meningkat.
Tren makanan sehat juga didorong oleh meningkatnya kasus penyakit degeneratif dan penyakit dewasa yang kini menyerang anak-anak. Seiring meningkatnya kesadaran tentang hal ini, Otong mengklaim bahwa makanan organik akan menjadi pilihan yang layak.
Ayam organik dijual melalui sistem keagenan yang tersebar di seluruh negara. Sekitar 241 agen saat ini beroperasi di kota-kota seperti Medan, Bogor, Semarang, Surabaya, dan Mataram.
Beberapa calon agen dari Makassar ingin bergabung, tetapi tidak ada ekspedisi yang tepat. Karena kendala distribusi, permintaan dari wilayah Maluku masih belum terpenuhi.
