Wikitani.com – Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait revitalisasi pabrik pupuk nasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi para petani di seluruh Indonesia.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya modernisasi industri pupuk untuk mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Presiden menilai bahwa ketersediaan pupuk yang memadai dan tepat waktu merupakan faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Mentan Amran menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian akan segera melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian, guna mempercepat proses revitalisasi pabrik pupuk di berbagai daerah. “Kami akan memastikan seluruh pabrik pupuk beroperasi dengan kapasitas optimal dan teknologi terkini agar distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan lancar,” ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/11).
Menurut Amran, sebagian besar pabrik pupuk di Indonesia telah beroperasi selama puluhan tahun dan membutuhkan peremajaan baik dari sisi infrastruktur maupun teknologi produksi. Revitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta memperluas kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional yang terus meningkat.
Kementerian Pertanian juga berencana memperkuat sistem distribusi dan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Amran menyebutkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan teknologi digital untuk memantau distribusi pupuk hingga ke tingkat petani. “Kita tidak ingin ada lagi kelangkaan pupuk di lapangan. Dengan sistem digitalisasi ini, data kebutuhan dan penyaluran pupuk dapat dipantau secara real time,” tegasnya.
Selain itu, Mentan juga mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam memperkuat ekosistem industri pupuk nasional. Pemerintah membuka peluang investasi bagi pihak swasta yang ingin berpartisipasi dalam modernisasi pabrik pupuk, baik melalui kemitraan strategis maupun pengembangan fasilitas baru di wilayah-wilayah sentra produksi pertanian.
Revitalisasi pabrik pupuk ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperkuat daya saing nasional di sektor pertanian. Dengan ketersediaan pupuk yang stabil dan terjangkau, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai, dapat tercapai dalam waktu dekat.
Sebagai langkah awal, Kementerian Pertanian bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) akan melakukan evaluasi terhadap kondisi teknis pabrik-pabrik pupuk di beberapa provinsi, termasuk di Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Sumatera Utara. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar perencanaan revitalisasi jangka menengah dan panjang.
“Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga transformasi menyeluruh terhadap cara kerja industri pupuk nasional. Kita ingin memastikan bahwa sektor pertanian memiliki dukungan yang kuat dari hulu ke hilir,” pungkas Amran.
Dengan langkah konkret tersebut, diharapkan Indonesia mampu memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
